Legenda Warna Tajwid - Sistem Lengkap
| 38. صٓ (Sad) | ||||
| ٤٢ | صٓ Juz (جزء) ٢٣ | |||
| اُرْكُضْ بِرِجْلِكَۚ هٰذَا مُغْتَسَلٌۢ بَارِدٌ وَّشَرَابٌ | Urkuḍ birijlik(a), hāżā mugtasalum bāriduw wa syarāb(un). | |||
(Allah berfirman,) “Entakkanlah kakimu (ke bumi)! Inilah air yang sejuk untuk mandi dan minum.” | ||||
| ٤٣ | صٓ Juz (جزء) ٢٣ | |||
| وَوَهَبْنَا لَهٗٓ اَهْلَهٗ وَمِثْلَهُمْ مَّعَهُمْ رَحْمَةً مِّنَّا وَذِكْرٰى لِاُولِى الْاَلْبَابِ | Wa wahabnā lahū ahlahū wa miṡlahum ma‘ahum raḥmatam minnā wa żikrā li'ulil-albāb(i). | |||
Kami anugerahkan (pula) kepadanya (Ayyub) keluarganya dan (Kami lipat gandakan) jumlah mereka sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang berpikiran sehat.656) ۞ Catatan Kaki 656) Nabi Ayyub a.s. menderita penyakit kulit beberapa waktu lamanya. Dia memohon kepada Allah Swt. untuk disembuhkan. Allah Swt. mengabulkan permohonan tersebut dan memerintahkannya untuk mengentakkan kaki ke tanah. Nabi Ayyub a.s. menaati perintah itu. Maka, keluarlah air dari bekas entakan kakinya. Dia mandi dan minum dari air itu. Dia pun sembuh dari penyakitnya dan dapat berkumpul kembali dengan keluarganya. Mereka kemudian berkembang biak dua kali lipat dari jumlah sebelumnya. Pada suatu ketika, Nabi Ayyub a.s. teringat akan sumpahnya untuk memukul istrinya apabila ia sembuh dari sakitnya lantaran sang istri pernah lalai mengurusnya ketika dia masih sakit. Namun, timbul rasa iba dan sayang kepada istrinya sehingga dia urung memenuhi sumpah tersebut. Maka, turunlah petunjuk Allah Swt. dalam ayat 44 bahwa dia dapat melaksanakan sumpahnya tanpa perlu menyakiti istrinya, yaitu dengan memukulnya dengan seikat rumput. | ||||
| ٤٤ | صٓ Juz (جزء) ٢٣ | |||
| وَخُذْ بِيَدِكَ ضِغْثًا فَاضْرِبْ بِّهٖ وَلَا تَحْنَثْ ۗاِنَّا وَجَدْنٰهُ صَابِرًا ۗنِعْمَ الْعَبْدُ ۗاِنَّهٗٓ اَوَّابٌ | Wa khuż biyadika ḍigṡan faḍrib bihī wa lā taḥnaṡ, innā wajadnāhu ṣābirā(n), ni‘mal-‘abd(u), innahū awwāb(un). | |||
Ambillah dengan tanganmu seikat rumput, lalu pukullah (istrimu) dengannya dan janganlah engkau melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia selalu kembali (kepada Allah dan sangat taat kepadanya). | ||||
| ٤٥ | صٓ Juz (جزء) ٢٣ | |||
| وَاذْكُرْ عِبٰدَنَآ اِبْرٰهِيْمَ وَاِسْحٰقَ وَيَعْقُوْبَ اُولِى الْاَيْدِيْ وَالْاَبْصَارِ | Ważkur ‘ibādanā ibrāhīma wa isḥāqa wa ya‘qūba ulil-aidī wal-abṣār(i). | |||
Ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishaq, dan Ya‘qub yang mempunyai kekuatan (dalam taat kepada Allah) dan penglihatan (mata hati yang jernih). | ||||
| ٤٦ | صٓ Juz (جزء) ٢٣ | |||
| اِنَّآ اَخْلَصْنٰهُمْ بِخَالِصَةٍ ذِكْرَى الدَّارِۚ | Innā akhlaṣnāhum bikhāliṣatin żikrad-dār(i). | |||
Sesungguhnya Kami telah memberikan secara khusus kepada mereka anugerah yang besar, (yaitu selalu) mengingat negeri akhirat. | ||||
| ٤٧ | صٓ Juz (جزء) ٢٣ | |||
| وَاِنَّهُمْ عِنْدَنَا لَمِنَ الْمُصْطَفَيْنَ الْاَخْيَارِۗ | Wa innahum ‘indanā laminal-muṣṭafainal-akhyār(i). | |||
Sesungguhnya mereka di sisi Kami benar-benar termasuk orang-orang pilihan yang terbaik. | ||||
| ٤٨ | صٓ Juz (جزء) ٢٣ | |||
| وَاذْكُرْ اِسْمٰعِيْلَ وَالْيَسَعَ وَذَا الْكِفْلِ ۗوَكُلٌّ مِّنَ الْاَخْيَارِۗ | Ważkur ismā‘īla wal-yasa‘a wa żal-kifl(i), wa kullum minal-akhyār(i). | |||
Ingatlah Ismail, Ilyasa, dan Zulkifli. Semuanya termasuk orang-orang yang paling baik. | ||||