Misntv | Tafsir Jalalain
الشُّعَرَاءِ
Asy-Syu'ara
Penyair
Ayat 220
اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
Tafsir:

(Sesungguhnya Dia adalah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui).

Halaman: 282 | Dibuat: 2025-11-25 16:08:06
الشُّعَرَاءِ
Asy-Syu'ara
Penyair
Ayat 221
هَلْ اُنَبِّئُكُمْ عَلٰى مَنْ تَنَزَّلُ الشَّيٰطِيْنُ ۗ
Tafsir:

(Apakah akan Aku beritakan kepada kalian) hai orang-orang kafir Mekah (kepada siapa setan-setan itu turun?) Tanazzalu pada asalnya dibaca Tatanazzalu kemudian salah satu huruf Ta dibuang sehingga menjadi Tanazzalu.

Halaman: 283 | Dibuat: 2025-11-25 16:08:06
الشُّعَرَاءِ
Asy-Syu'ara
Penyair
Ayat 222
تَنَزَّلُ عَلٰى كُلِّ اَفَّاكٍ اَثِيْمٍ ۙ
Tafsir:

(Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta) yakni orang yang banyak berdusta (lagi yang banyak dosa) durhaka, seperti Musailamah dan lain-lainnya dari kalangan orang-orang ahli peramal.

Halaman: 283 | Dibuat: 2025-11-25 16:08:06
الشُّعَرَاءِ
Asy-Syu'ara
Penyair
Ayat 223
يُّلْقُوْنَ السَّمْعَ وَاَكْثَرُهُمْ كٰذِبُوْنَ ۗ
Tafsir:

(Mereka menghadapkan) yakni setan-setan itu (pendengaran) apa yang telah mereka curi dengar dari para malaikat, kemudian mereka menyampaikannya kepada para ahli ramal (dan kebanyakan mereka itu adalah orang-orang pendusta) mereka menambahi kedustaan kepada apa yang telah mereka dengar itu dengan kedustaan yang banyak; hal ini berlangsung sebelum setan-setan itu dihalangi untuk mencapai langit.

Halaman: 283 | Dibuat: 2025-11-25 16:08:06
الشُّعَرَاءِ
Asy-Syu'ara
Penyair
Ayat 224
وَالشُّعَرَاۤءُ يَتَّبِعُهُمُ الْغَاوٗنَ ۗ
Tafsir:

(Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat) di dalam syair-syair mereka, lalu mereka mengatakannya dan meriwayatkannya dari orang-orang yang sesat itu, maka mereka adalah orang-orang yang tercela.

Halaman: 283 | Dibuat: 2025-11-25 16:08:06
الشُّعَرَاءِ
Asy-Syu'ara
Penyair
Ayat 225
اَلَمْ تَرَ اَنَّهُمْ فِيْ كُلِّ وَادٍ يَّهِيْمُوْنَ ۙ
Tafsir:

Tidakkah kamu melihat) apakah kamu tidak memperhatikan (bahwasanya mereka di tiap-tiap lembah) yaitu di majelis-majelis pembicaraan dan sastra-sastranya, yakni majelis kesusasteraan (mengembara) yakni mereka mendatanginya, kemudian mereka melampaui batas di dalam pujian dan hinaan mereka melalui syair-syairnya.

Halaman: 283 | Dibuat: 2025-11-25 16:08:06
الشُّعَرَاءِ
Asy-Syu'ara
Penyair
Ayat 226
وَاَنَّهُمْ يَقُوْلُوْنَ مَا لَا يَفْعَلُوْنَ ۙ
Tafsir:

(Dan bahwasanya mereka suka mengatakan) kami telah mengerjakan (apa yang mereka sendiri tidak mengerjakannya) artinya, mereka suka berdusta.

Halaman: 283 | Dibuat: 2025-11-25 16:08:06
Memproses...