(Sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan") yakni hari Allah melakukan pembalasan.
(Iblis berkata, "Ya Rabbku! Berilah aku tenggang waktu sampai hari mereka dibangkitkan") sampai manusia dibangkitkan.
(Allah berfirman, "Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh.)
(Sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya") yakni waktu tiupan sangkakala yang pertama atau hari kiamat.
(Iblis menjawab, "Demi kekuasaan Engkau, aku akan menyesatkan mereka semuanya).
(Kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka") yakni orang-orang yang beriman.
(Allah berfirman, "Maka yang benar adalah sumpah-Ku dan hanya kebenaran itulah yang Kukatakan") dapat dibaca Falhaqqa Wal Haqqa atau Falhaqqu Wal Haqqa; kalau dibaca Nashab berarti dinashabkan oleh Fi'il yang sesudahnya. Bila lafal pertama dinashabkan, menurut suatu pendapat dikatakan, bahwa dinashabkan oleh Fi'll yang telah disebutkan. Menurut pendapat yang lainnya lagi dinashabkan karena menjadi Mashdar, bentuk asalnya adalah Uhiqqal Haqqa. Menurut pendapat yang lainnya lagi karena huruf Qasamnya dicabut. Dibaca Rafa' atas dasar karena menjadi Mubtada yang dibuang Khabarnya, bentuk asalnya adalah Falhaqqu Minnii. Menurut pendapat yang lainnya lagi bentuk asalnya adalah, Falhaqqu Qasami, dan jawab Qasamnya ialah kalimat berikutnya, yaitu: