Misntv | Tafsir Jalalain
النَّجْمِ
An-Najm
Bintang
Ayat 34
وَاَعْطٰى قَلِيْلًا وَّاَكْدٰى
Tafsir:

(Serta memberi sedikit) dari harta yang telah disebutkan tadi (dan tidak mau memberi lagi?) yaitu dia tidak mau memberikan sisanya. Lafal Akdaa diambil dari asal kata Al Kidyah, arti asalnya adalah tanah yang keras seperti tanah yang berbatu, sehingga penggali sumur bila sampai kepada lapisan yang berbatu itu tidak dapat melanjutkan penggaliannya.

Halaman: 534 | Dibuat: 2025-11-25 16:08:06
النَّجْمِ
An-Najm
Bintang
Ayat 35
اَعِنْدَهٗ عِلْمُ الْغَيْبِ فَهُوَ يَرٰى
Tafsir:

(Apakah dia mempunyai pengetahuan tentang yang gaib sehingga dia mengetahui) sebagiannya, yaitu bahwa seseorang dapat menanggung azab akhirat yang diterima oleh orang lain? Jawabannya tentu saja tidak. Orang yang dimaksud dalam ayat ini adalah Walid ibnu Mughirah atau lainnya. Jumlah kalimat A'indahuu merupakan Maf'ul kedua dari lafal Ra-ayta, yang maknanya Akhbirnii, yakni ceritakanlah kepada-Ku.

Halaman: 534 | Dibuat: 2025-11-25 16:08:06
النَّجْمِ
An-Najm
Bintang
Ayat 36
اَمْ لَمْ يُنَبَّأْ بِمَا فِيْ صُحُفِ مُوْسٰى
Tafsir:

(Ataukah) yakni sebenarnya (belum diberitakan kepadanya apa yang ada dalam lembaran-lembaran Musa) yaitu lembaran-lembaran kitab Taurat atau lembaran-lembaran kitab suci sebelumnya.

Halaman: 534 | Dibuat: 2025-11-25 16:08:06
النَّجْمِ
An-Najm
Bintang
Ayat 37
وَاِبْرٰهِيْمَ الَّذِيْ وَفّٰىٓ ۙ
Tafsir:

(Dan) lembaran-lembaran (Ibrahim yang selalu memenuhi janji) maksudnya Nabi Ibrahim itu selalu menepati apa yang diperintahkan kepadanya,, sebagaimana yang disebutkan dalam ayat yang lain, yaitu firman-Nya, "Dan (ingatlah) ketika Ibrahim diuji Rabbnya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya dengan lengkap." (Q.S. Al Baqarah, 124) Kemudian pengertian yang terkandung di dalam lafal Maa pada ayat sebelumnya, dijelaskan oleh firman berikutnya,

Halaman: 534 | Dibuat: 2025-11-25 16:08:06
النَّجْمِ
An-Najm
Bintang
Ayat 38
اَلَّا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِّزْرَ اُخْرٰىۙ
Tafsir:

("Yaitu bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain) dan seterusnya. Lafal An adalah bentuk Mukhaffafah dari Anna; artinya bahwa setiap diri itu tidak dapat menanggung dosa orang lain.

Halaman: 534 | Dibuat: 2025-11-25 16:08:06
النَّجْمِ
An-Najm
Bintang
Ayat 39
وَاَنْ لَّيْسَ لِلْاِنْسَانِ اِلَّا مَا سَعٰىۙ
Tafsir:

(Dan bahwasanya) bahwasanya perkara yang sesungguhnya itu ialah (seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya) yaitu memperoleh kebaikan dari usahanya yang baik, maka dia tidak akan memperoleh kebaikan sedikit pun dari apa yang diusahakan oleh orang lain.

Halaman: 534 | Dibuat: 2025-11-25 16:08:06
النَّجْمِ
An-Najm
Bintang
Ayat 40
وَاَنَّ سَعْيَهٗ سَوْفَ يُرٰىۖ
Tafsir:

(Dan bahwasanya usahanya itu kelak akan diperlihatkan) kepadanya di akhirat.

Halaman: 534 | Dibuat: 2025-11-25 16:08:06
Memproses...