Misntv | Tafsir Jalalain
الْقَلَمِ
Al-Qalam
Pena
Ayat 15
اِذَا تُتْلٰى عَلَيْهِ اٰيٰتُنَا قَالَ اَسَاطِيْرُ الْاَوَّلِيْنَۗ
Tafsir:

(Apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami) yakni Alquran (ia berkata) bahwa Alquran itu (dongeng-dongengan orang-orang dahulu kala.") Yaitu hanyalah kedustaan yang sengaja dibuat-buat guna menyenangkan hati kami sewaktu ia disebutkan atau diceritakan. Menurut suatu qiraat ada lafal a-an dengan memakai dua huruf Hamzah yang kedua-duanya difathahkan.

Halaman: 682 | Dibuat: 2025-11-25 16:08:06
الْقَلَمِ
Al-Qalam
Pena
Ayat 16
سَنَسِمُهٗ عَلَى الْخُرْطُوْمِ
Tafsir:

(Kelak akan Kami beri tanda dia di belalainya) Kami akan menjadikan tanda pada hidungnya, yang menyebabkannya cacat seumur hidup. Maka dia terpotong-potong hidungnya ketika perang Badar.

Halaman: 682 | Dibuat: 2025-11-25 16:08:06
الْقَلَمِ
Al-Qalam
Pena
Ayat 17
اِنَّا بَلَوْنٰهُمْ كَمَا بَلَوْنَآ اَصْحٰبَ الْجَنَّةِۚ اِذْ اَقْسَمُوْا لَيَصْرِمُنَّهَا مُصْبِحِيْنَۙ
Tafsir:

(Sesungguhnya Kami telah mencoba mereka) Kami telah menguji orang-orang musyrik Mekah dengan paceklik dan kelaparan (sebagaimana Kami telah mencoba pemilik-pemilik kebun) atau ladang (ketika mereka bersumpah bahwa mereka sungguh-sungguh akan memetik hasilnya) akan memetik buahnya (di pagi hari) di pagi buta, supaya orang-orang miskin tidak mengetahuinya. Maka orang-orang yang memiliki kebun itu mempunyai alasan bila mereka tidak memberikan sedekah kepada mereka; tidak sebagaimana bapak-bapak mereka yang selalu memberikan sebagian dari hasilnya buat orang-orang miskin sebagai sedekahnya.

Halaman: 682 | Dibuat: 2025-11-25 16:08:06
الْقَلَمِ
Al-Qalam
Pena
Ayat 18
وَلَا يَسْتَثْنُوْنَ
Tafsir:

(Dan mereka tidak mengecualikan) di dalam sumpah mereka itu kepada kehendak Allah swt. Ayat ini merupakan jumlah isti'naf atau kalimat permulaan; yakni, kelakuan mereka seperti itu; mereka tidak pernah menggantungkan sumpahnya itu kepada kehendak Allah swt.

Halaman: 682 | Dibuat: 2025-11-25 16:08:06
الْقَلَمِ
Al-Qalam
Pena
Ayat 19
فَطَافَ عَلَيْهَا طَاۤىِٕفٌ مِّنْ رَّبِّكَ وَهُمْ نَاۤىِٕمُوْنَ
Tafsir:

(Lalu kebun itu diliputi malapetaka dari Rabbmu) berupa api yang melahap kesemuanya di waktu malam (ketika mereka sedang tidur.)

Halaman: 682 | Dibuat: 2025-11-25 16:08:06
الْقَلَمِ
Al-Qalam
Pena
Ayat 20
فَاَصْبَحَتْ كَالصَّرِيْمِۙ
Tafsir:

(Maka jadilah kebun itu hitam seperti malam yang gelap gulita) yakni menjadi hangus terbakar semuanya, sehingga tampak hitam.

Halaman: 682 | Dibuat: 2025-11-25 16:08:06
الْقَلَمِ
Al-Qalam
Pena
Ayat 21
فَتَنَادَوْا مُصْبِحِيْنَۙ
Tafsir:

(Lalu mereka panggil-memanggil di pagi hari.)

Halaman: 683 | Dibuat: 2025-11-25 16:08:06
Memproses...