Misntv | Tafsir Jalalain
اللَّيْلِ
Al-Lail
Malam
Ayat 20
اِلَّا ابْتِغَاۤءَ وَجْهِ رَبِّهِ الْاَعْلٰىۚ
Tafsir:

(melainkan) tetapi hanya semata-mata (karena mencari keridaan Rabbnya Yang Maha Tinggi) artinya dia memberikan hartanya itu hanya karena mengharapkan pahala Allah.

Halaman: 922 | Dibuat: 2025-11-25 16:08:06
اللَّيْلِ
Al-Lail
Malam
Ayat 21
وَلَسَوْفَ يَرْضٰى ࣖ
Tafsir:

(Dan kelak Dia benar-benar mendapat kepuasan) dari pahala pemberiannya itu di surga nanti. Makna ayat ini mencakup pula setiap orang yang mengerjakan amal perbuatan seperti yang telah dilakukan oleh Abu Bakar r.a. Kelak dia akan dijauhkan dari neraka dan mendapatkan pahala yang berlimpah.

Halaman: 923 | Dibuat: 2025-11-25 16:08:06
الضُّحَى
Ad-Duha
Duha
Ayat 1
وَالضُّحٰىۙ
Tafsir:

(Demi waktu Dhuha) yakni waktu matahari sepenggalah naik, yaitu di awal siang hari; atau makna yang dimaksud ialah siang hari seluruhnya.

Halaman: 931 | Dibuat: 2025-11-25 16:08:06
الضُّحَى
Ad-Duha
Duha
Ayat 2
وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ
Tafsir:

(Dan demi malam apabila telah sunyi) telah tenang, atau telah menutupi dengan kegelapannya.

Halaman: 931 | Dibuat: 2025-11-25 16:08:06
الضُّحَى
Ad-Duha
Duha
Ayat 3
مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلٰىۗ
Tafsir:

(Tiada meninggalkan kamu) tiada membiarkan kamu sendirian, hai Muhammad (Rabbmu, dan tiada pula Dia benci kepadamu) atau tidak senang kepadamu. Ayat ini diturunkan setelah selang beberapa waktu yaitu lima belas hari wahyu tidak turun-turun kepadanya, kemudian orang-orang kafir mengatakan, sesungguhnya Rabb Muhammad telah meninggalkannya dan membencinya.

Halaman: 931 | Dibuat: 2025-11-25 16:08:06
الضُّحَى
Ad-Duha
Duha
Ayat 4
وَلَلْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْاُوْلٰىۗ
Tafsir:

(Dan sesungguhnya akhir itu lebih baik bagimu) maksudnya kehidupan di akhirat itu lebih baik bagimu, karena di dalamnya terdapat kemuliaan-kemuliaan bagimu (dari permulaan) dari kehidupan duniawi.

Halaman: 931 | Dibuat: 2025-11-25 16:08:06
الضُّحَى
Ad-Duha
Duha
Ayat 5
وَلَسَوْفَ يُعْطِيْكَ رَبُّكَ فَتَرْضٰىۗ
Tafsir:

(Dan kelak Rabbmu pasti memberimu) di akhirat berupa kebaikan-kebaikan yang berlimpah ruah (lalu kamu menjadi puas) dengan pemberian itu. Maka Rasulullah saw. bersabda, "Kalau begitu mana mungkin aku puas, sedangkan seseorang di antara umatku masih berada di neraka." Sampai di sini selesailah Jawab Qasam, yaitu dengan kedua kalimat yang dinisbatkan sesudah dua kalimat yang dinafikan.

Halaman: 931 | Dibuat: 2025-11-25 16:08:06
Memproses...